Desa Gelam, kembali menggelar tradisi tahunan Ruwah Desa pada tahun 2026. Kegiatan sakral dan budaya ini dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di Situs Doro Desa Gelam, dan diikuti dengan antusias oleh seluruh lapisan masyarakat.
Rangkaian acara dimulai sehabis Sholat Subuh dengan kegiatan Khotmil Qur’an yang diikuti oleh ibu-ibu PKK bersama Ibu Kepala Desa Gelam, Sri Astuti Ningsih. Kegiatan ini berlangsung khidmat sebagai bentuk doa dan permohonan keberkahan untuk Desa Gelam.

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, sekitar pukul 06.00 WIB, Kepala Desa Gelam Mochamad Muslich dan Ketua BPD Desa Gelam, Aba Slamet Rizal, bersama seluruh Ketua RT/RW dan warga, melaksanakan ziarah kubur ke makam para sesepuh Desa Gelam. Ziarah ini menjadi wujud penghormatan dan doa kepada para pendahulu yang telah berjasa dalam membangun desa.
Memasuki pukul 13.00 WIB, warga mulai berkumpul kembali di Situs Doro untuk mengikuti acara Wayang Ruwat dan Kirim Doa. Dalam kegiatan ini, warga menyajikan beberapa nasi tumpeng sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, keselamatan, dan keharmonisan desa.

Selepas Sholat Maghrib, acara resmi dibuka dengan alunan sholawat yang dibawakan oleh grup Terbang Jidor Nurul Qolbi, sebuah kesenian musik Islami yang tumbuh dan terus dilestarikan di Desa Gelam. Semakin malam, jumlah warga yang hadir di Situs Doro terus bertambah.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan istighosah sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk para sesepuh serta tokoh-tokoh Desa Gelam yang telah dimakamkan di desa tersebut. Setelah doa bersama selesai, warga beramai-ramai berebut Gunungan Sedekah Bumi yang berisi sayuran, buah-buahan, serta peralatan rumah tangga.

Puncak acara Ruwah Desa Gelam 2026 ditandai dengan Pagelaran Wayang Kulit yang dipimpin oleh Ki Dalang Hasan Yulianto, dengan lakon “Seno Babat Alas”. Pagelaran ini berlangsung semalam suntuk hingga menjelang pagi, menjadi penutup rangkaian acara yang sarat makna spiritual, budaya, dan kebersamaan.
Tradisi Ruwah Desa ini diharapkan terus lestari sebagai warisan budaya sekaligus sarana mempererat persaudaraan masyarakat Desa Gelam. (rul/eko)
Editor: Eko P.
Sumber: SID Gelam