Gelam, Jawa Timur – Inovasi pertanian kembali digelorakan melalui kegiatan PERMATA (Pertanian Ramah Lingkungan untuk Masyarakat Tangguh dan Alamiah) yang digagas oleh UPT. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (KP) Provinsi Jawa Timur. Kali ini, kegiatan yang dilaksanakan di kantor Balai Desa Gelam tersebut menyuguhkan sesuatu yang unik: pelatihan pasca panen dengan mengolah sayuran pakcoi menjadi es krim sehat dan alami.
Kegiatan yang diikuti oleh 30 orang anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Segar, Desa Gelam, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, memperluas wawasan masyarakat tentang diversifikasi produk olahan, sekaligus mendorong praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menanam dan memanen, tapi juga bisa mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, bahkan inovatif. Salah satunya adalah olahan pakcoi menjadi es krim,” ujar perwakilan UPT Dinas Pertanian dan KP Provinsi Jawa Timur saat membuka pelatihan.
Kenapa Pakcoi?
Pakcoi dikenal sebagai sayuran hijau yang kaya nutrisi seperti vitamin A, C, dan K serta mineral penting. Sayuran ini banyak dibudidayakan oleh petani lokal karena mudah tumbuh dan cepat panen. Melalui kegiatan PERMATA, pakcoi dipilih sebagai bahan dasar es krim untuk memperkenalkan bahwa sayuran pun bisa menjadi bagian dari makanan ringan modern dan digemari semua usia.
Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik pembuatan es krim berbahan dasar pakcoi, tetapi juga mengedukasi peserta tentang pentingnya mengurangi limbah hasil pertanian dan memanfaatkan bahan lokal tanpa pengawet kimia. Konsep yang diusung sejalan dengan semangat “alami dan tangguh” yang menjadi ciri khas program PERMATA.

Peserta pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka tidak hanya belajar, tetapi juga mencoba langsung membuat dan mencicipi es krim pakcoi hasil olahan sendiri. Hasilnya mengejutkan: es krim berwarna hijau segar dengan rasa unik namun lezat. Beberapa peserta bahkan menyatakan tertarik untuk mengembangkan produk ini sebagai usaha rumahan.
“Ternyata es krim dari pakcoi rasanya enak dan segar. Ini bisa jadi peluang usaha baru bagi kami,” ujar salah satu peserta dari kelompok tani setempat.
Melalui kegiatan PERMATA, UPT Dinas Pertanian dan KP Provinsi Jawa Timur berharap masyarakat dapat lebih tangguh secara ekonomi dan berdaya melalui inovasi-inovasi pertanian yang kreatif, sekaligus menjaga keberlanjutan alam.
Program ini menjadi bukti bahwa pertanian tidak melulu soal lahan dan panen, tetapi juga soal inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan. Desa Gelam kini menjadi salah satu contoh bahwa desa bisa menjadi motor penggerak pertanian modern berbasis lokalitas dan kearifan lingkungan.(rul/eko)
Editor: Eko P.
Sumber: SID Gelam