GELAM - Pada hari minggu 3 Maret 2024, Pemerintah Desa Gelam menggelar Ruwah (ruwat) yang di gelar 24 jam Nonstop. Bertempat di SITUS Doro minggu pagi sehabis sholat Subuh Ibu - Ibu Kader PKK dan Warga Khatmil Qur'an di lanjutkan dengan Ziarah dan tabur bunga ke Makam Para Leluhur Desa Gelam. Tepat Pukul 13.00 siang di teruskan dengan Acara Wayang Ruwah ( Ruwat ) dan Tumpengan. Meski sempat terkendala hujan antusias warga tidak berkurang sedikitpun untuk mengikuti serangkaian acara Ruwah, di Iringi Hujan rintik - rintik sehabis Maghrib acara dilanjutkan dengan lantunan Sholawat dari Group Terbang Jidor Lesbumi " Nurul Qolbu " Desa Gelam.

Semakin Malam Antusias Warga Semakin Membludak dan berdatangan memenuhi seluruh sudut SITUS Doro. Sejenak Warga Bersama Kepala Desa Gelam " Mochamad Muslich dan Seluruh Perangkat Desa membaca Tahlil bersama, Sebelumnya Dalam Sambutanya Beliau " Mochamad Muslich menyampaikan " Untuk selalu menjaga kerukunan antar warga dan berterima kasih kepada seluruh Element Masyarakat dan relawan yang sudah ikut berpartisipasi dalam rangka mensukseskan acara Ruwah Desa ini baik moril dan materiil.

Pungkasnya Gelam Gak Butuh Wong Ruwet, beliau mendoakan keselamatan semua warga Desa Gelam, agar nantinya diberikan rezeki Karena rezeki itu semua regulasinya alam. Kita tidak bisa menyalahkan pemerintah, faktor rezeki adalah faktornya Gusti Allah. Oleh karena itu, jika tidak pernah mensyukuri, tidak pernah mengingat kepada leluhur kita berarti kita ini tidak bersyukur (kurang bersyukur),” tegasnya

Acara Puncak yaitu Grebeg 2 Gunungan hasil bumi beserta peralatan dapur dan buah - buahan yang sangat meriah, seluruh warga mulai dari anak - anak sampai orang dewasa berebut dan saling dorong demi mendapatkannya. inilah Warga Gelam Berebut bukan karna kekurangan tapi karena mengharap keberkahan, saling dorong bukan karena bermusuhan tapi karena suka cita memeriahkan acara ruwah ( Ruwat ) desa tercinta. ini tradisi yang harus tetap dijaga dan dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur seluruh warga Desa Gelam kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semakin larut malam acara dilanjutkan dengan Pagelaran Wayang Kulit dan Campur sari yang berakhir pagi dini hari. (rul/eko)

